MAKKI
dan MADANI
Tugas ini disusun untuk
memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Studi Qur’an
semester 1
Tahun pelajaran 2016/
2017
Dosen Pengampu:
H.
HAZIM AHRORI, S.Ag., M.Pd
Disusun oleh:
SUYANTO
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN GURU RAUDLATUL ATHFAL
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM
SUNAN GIRI
PONOROGO
2016
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya Panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena berkat limpahan
Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada
waktunya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Studi
Qur’an yaitu untuk memberikan wawasan tentang Makki dan Madani yang didalamnya
membahas tentang pengertian makki dan madani, tanda-tanda surat makkiyah dan
madaniyah, dan macam-macam surat makiyah dan madaniyah serta dasarnya.
Dalam penyusunan makalah ini, Penulis banyak
mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak
tantangan itu bisa teratasi. Olehkarena itu, penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik
konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah
selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.
Ponorogo, 17 Oktober. 2016
Penyusun
Penulis
DAFTAR ISI
Cover.........................................................................................................
|
i
|
|
Halaman Judul.........................................................................................
|
ii
|
|
Kata
Pengantar........................................................................................
|
iii
|
|
Daftar Isi...................................................................................................
|
iv
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
|
||
A.
Latar
Belakang..........................................................................
|
1
|
|
B.
Rumusan
Masalah....................................................................
|
1
|
|
C.
Tujuan
Penulisan......................................................................
|
1
|
|
D.
Metode
Penulisan.....................................................................
|
1
|
|
BAB II
PEMBAHASAN
|
||
A.
Pengertian
Makki dan Madani.................................................
|
2
|
|
B.
Tanda-tanda
surat Makkiyah dan Madaniyah..........................
|
5
|
|
C.
Macam-macam
surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya...................................................................................
|
6
|
|
BAB III
PENUTUP
|
||
A.
Kesimpulan..............................................................................
|
7
|
|
B.
Saran........................................................................................
|
8
|
|
DAFTAR
PUSTAKA
|
||
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ilmu Makki dan Madani adalah ilmu yang membahas tentang surat-surat
dan ayat-ayat yang mana yang diturun di Makah (Makiyah) dan ayat mana yang
diturunkan di Madinah (madaniyah).
Pada makalah Makki dan Madani berisi tentang: pengertian Makki dan
Madani, tanda-tanda surat Makki dan Madani, macam-macam surat Makiyah dan
Madaniyah beserta dasarnya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian Makki dan Madani;
2.
Apa Tanda-tanda
surat Makkiyah dan Madaniyah;
3.
Sebutkan
Macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya.
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk
memahami dan mengkaji pengertian Makki dan Madani;
2.
Untuk
mengetahui tanda-tanda surat Makkiyah dan Madaniyah;
3.
Untuk
mengetahui macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Makki dan Madani
Ilmu Makki dan Madani adalah ilmu yang membahas tentang surat-surat
dan ayat-ayat Al Qur;an yang mana yang diturunkan di Makah dan yang mana yang
diturunkan di Madinah.
Dikalangan para Ulama terdapat beberapa pendapat tentang dasar/
kriteria yang dipakai untuk menentukan Makiyah/ Madaniyahnya sesuatu surat atau
ayat, diantaranya adalah.
1.
Teori geografis, yaitu teori
yang berorientasi pada tempat turun Al Qur’an/ tempat turun ayat.
Dalil pada teori geografis ini adalah riwayat Abu Amr dan Usman bin
Said al-Darimi:
مانزل بمكة وماانزل فى طريق الى المدينة قبل ان يبلغ النبي صلى الله
عليه وسلم المدينة فهو من المكى, وما نزل على النبى صلى الله عليه وسلم في اسفاره بعد ما قدم المدينة فهو من المدنى.
Artinya: “AL
Qur’an diturunkan di Mekah dan diturunkan dalam dalam perjalanan hijrah ke
Madinah sebelum nabi Muhammad SAW sampai ke madinah adalah termasuk Makki. Dan
Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan-perjalan
beliau, setelah tiba di Madinah adalah termasuk Madani.”[1]
2.
Teori subjektif, yaitu
teori yang berorientasi padasubjek siapa yang di khitabi dipanggil dalam
ayat. Jika subjeknya orang Makah maka dinamakan Makiyah. Dan jika subjeknya
orang-orang Madinah maka ayatnya disebut Madaniyah.
Menurut teori subjektif ini, yang dinamakan Makki (Makiyah) surat/
ayat ialah yang berisi kitab/ panggilan kepada penduduk Mekah dengan memakai
kata-kata: “Yaa Ayyuha Al- Nas” (Wahai manusia) atau “Yaa
Ayyuha al- Kaafiruun” (wahai orang-orang kafir) dan sebagainya.
Sebab, kebanyakan penduduk mekah adalah orang-orang kafir maka dipanggil wahai
orang-orang kafir atau wahai manusia, meskipun orang-orang kafir dari lain
daerah juga ikut dipanggil juga.
Sedangkan yang
dimaksud dengan Madani (Madaniyah) adalah surat/ ayat yang berisi panggilan
kepada penduduk madinah. Semua ayat yang dimulai dengan Nida’ (panggilan):
“Yaa Ayyu Al-Ladzina Amanu” (wahai orang-orang yang beriman)
adalah termasuk ayat/ surat Madaniyah. Sebab, mayoritas penduduk Madinah adalah
mukmin, sehingga dipanggil dengan dengan orang-orang yang beriman, meskipun
sebenarnya kaum mukmin dari daerah-daerah lain juga ikut terpnggil juga.
Teori subjektif
ini mendasarkan kriterianya pada dalil riwayat dari Abu ‘Ubaid dari Maimun bin
Mihran dalam Kitab Fadhailul Qur’an yang berbunyi
ماكان فى القران بياايهاالناس اويابنى ادم فانه مكى. وماكان
بياايهاالذين امنوا فانه مدنى
Artinya: Bagian dalam Al Qur’an yang dimulai dengan: “Yaa Ayyuha Al-Nas”
atau “Yaa Bani Adama” adalah surat Makki. Dan yang dimulai dengan “Yaa Ayuha
Al-Aladzina Amanu” adalah Madani.[2]
3.
Teori historis, Yaitu
teori yang berorientasi sejarah waktu turunnya Al Qur’an. Yang dijadikan
tonggak sejarah oleh teori ini adalah hijrah Nabi Muhammad SAW ke dari Makah ke
Madinah.
Pengertian Makiyah menurut teori ini adalah, ayat-ayat Al
Qur’an yang diturunkan sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW Ke Madinah, meski
turunnya ayat itu diluar kota Makah, seperti ayat-ayat yang turun di Mina,
Arafah, dan Hudaibiya.
Sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat yang turun setelah Nabi
Muhammad SAW hijrah ke Madinah, meski turunnya di mekah atau sekitarnya,
seperti ayat-ayat yang diturunkan di Badar, Uhud, Arafah, dan Makah.
Teori historis ini juga berpegang kepada dalil riwayat. Abu Amr dan
Usman bin Sa’id Al-Darimi:
مانزل بمكة وما انزل في طريق الى المدينة قبل ان يبلغ النبي صلى الله
عليه وسلم المدينة فهو من المكى, ومانزل
على النبي صلى الله عليه وسلم في اسفاره بعد ما قدم المدينة فهو من المدنى
Artinya: “Al Qur’an yang diturunkan di Mekah dan diturunkan dalam perjalanan
hijrah ke Madinah sebelum Nabi Muhammad SAW sampai ke Madinah adalah termasuk
Makki( Makiyah). Dan Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam
perjalanan-perjalanan beliau setelah tiba di Madinah adalah termasuk Madani
(Madaniyah).”[3]
4.
Teori conten analysis, yaitu
suatu teori yang mendasarkan kriterianya dalam membedakan Makiyah dan Madaniyah
nya kepada isi daripada ayat/ surat yang bersangkutan.
Yang dinamakan Makiyah mnurut teori conten analysis ini
adalah surat/ ayat yang berisi cerita-cerita umat dan para Nabi/ Rosul dahulu. Sedangkan
yang disebut madaniyah adalah surat/ayat yang berisi hukum hudud, faroid dan
sebagainya.
Teori conten analysis ini juga berpegang kepada dalil
riwayat Hisyam dari Ayahnya (Al-hikam):
كل سورة ذكرت فيها الحدود والفرائض فهو مدنية وكل ماكان فيه ذكر القران
Artinya: “setiap
srat yang didalamnya disebutkan hukum-hukum faraid adaah Madaniyah, dan setiap
surat yang didalamnya disebutkan kejadian-kejadian masa lalu adalah Makiyah”[4]
B.
Tanda-tanda surat Makkiyah dan Madaniyah
Sesuai dengan dabit qiyas yang ditetapkan,maka ciri-ciri atau
tanda-tanda khas untuk surat makiyah dan surat madaniyah ada 2(dua)macam, yaitu
ciri-ciri yang bersifat qot’i, dan ciri-ciri khas yang bersifat aghlabi.[5]
Ciri-ciri surat makiyah
|
Ciri-ciri surat madaniyah
|
Ciri khas yang bersifat qat’i
|
|
Setiap
surat didalamnya terdapat ayat sajdah adalah surat Makkiyah;
|
Setiap
surat yang mengandung izin berjihad atau menyebut hal perang dan menjelaskan
hukum-hukumnya;
|
Setiap
surat yang terdapat di dalamnya lafadz “ kalla” adalah Makiyah;
|
Setiap surat yang memuat penjelasan secara terperinci
tentang hukum Pidana, hukum faraid, Hak-hak Pendeta, Peraturan yang
berhubungan dengan Perdata/Civil, kemasyarakatan dankenegaraan;
|
Setiap surat yang terdapat kalimat “Yaa Ayyuha Al- Nas” dan
tidak mengandung “Yaa Ayyuha Al-Ladzina Amanu”;
|
|
Setiap surat yang mengandung kisah para Nabi dan para umat
manusia yang terdahulu, kecuali surat Al- Baqoro;.
|
Setiap surat yang menyinggung orang-orang munafiq, kecuali surat Al
angkabut ayat 1 sd,11 yang diturunkan di Makah;
|
Setiap surat yang didalamnya terdapat kisah Nabi Adam dan Iblis,
kecuali surat Al- Baqoroh;
|
Setiap surat yang membantah kepercayaan/ pendirian/ tata cara
keagamaan Ahlul Kitab (Kristen dan Yahudi) yang dipandang salah, dan
mengajak mereka agar tidak berlebih-lebihan dalam menjalankan agamanya,
seperti surat Al- Baqorah, Ali Imran, Al-Nisa’, Al-Maidah , dan Al-
Taubat.
|
Setiap surat yang dibuka dengan huruf-huruf tahajji seperti, الم,الر
kecuali surat Al- Baqoroh dan surat Al- Imran.
|
|
Ciri khas yang bersifat Aghlabi
|
|
Ayat-ayat dan suratnya pendek-pendek;
|
Sebagian surat-suratnya panjang-panjang, sebagian ayat pun panjang-panjang
dan gaya bahasanya cukup jelas didalam menerangkan hukum-hukum Agama;
|
Mengandung seruan untuk beriman kepada Allah dan Hari Qiyamat dan
menggambarkan keadaan surga dan neraka;
|
|
Mengajak manusia untuk berakhlaq yang mulia dan berjalan diatas
jalan yang benar dan benar;
|
Menerangkan secara terperinci bukti-bukti dan dalil-dalil yang
menunjukkan hakikat-hakikat keagamaan
|
Membantah orang-orang musyrik dan menerangkan kesalahan-kesalahan
kepercayaan dan perbuatannya;
|
|
Terdapat banyak lafadz sumpah
|
|
C.
Macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya
Dr. Abdullah Shahhatah dalam bukunya Al-Qur’an wa Al-Tafsir mengatakan,
surat Al- Qur’an yan disepakati par ulama’ sebagai surat Makiyah ada 82,
Madaniyah 20 surat. Sedangkan yang 12 surat lagi masih diperselisihkan setatus
Makiyah dan madaniyahnya.[6]
1.
Surat-surat Makiyah murni
Yaitu surat Makiyah yang setatus ayatnya Makiyah semua dan
jumlahnya ada 58, yang berisi 2.074 ayat.
Contohnya:
surat Al-Fatihah, Yunus, Al-Ra’du, Al-Anbiya, Al-Mu’minun, An-Naml, Sad, Fatir,
dan surat-surat yang pendek pada jus 30 (kecuali surat Al-Nasr).
2.
Surat-surat Madaniyah murni
Yaitu surat
Madaniyah yang setatus ayatnya Madaniyah semua dan menurut penelitian jumlahnya
ada 18, yang berisi 737 ayat. Contoh: Surat Al-Imron, Al-Nisa’, Al-Nur, dan
lain sbagainya.
3.
Surat-surat Makiyah yang Berisi Ayat Madaniyah
Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya
adalah Makiyah, sehingga bersetatus Makiyah, namun didalamnya ada sedikit
ayat-ayat Madaniyah. Surat yang demikian ini didalam Al-Qur’an ada 32
Surat,yang terdiri dari 2699 ayat. Contohnya: surat Al-An’am, Al-A’raf, Hud, Yusuf,
Ibrahim, dan lain sebagainya.
4.
Surat-surat Madaniyah yang Berisi Ayat Makiyah
Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya
adalah Madaniyah, sehingga bersetatus Madaniyah, namun didalamnya ada sedikit
ayat-ayat Makiyah. Surat yang demikian ini didalam Al-Qur’an ada 6 Surat,yang
terdiri dari 726 ayat. Contohnya: Al-Maidah, Al-Anfal, Al-Taubah, Al-Hajju, dan
surat Muhammad atau surat Al-Qital.
[1] Dra. Liliek
Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press,
2010, 233.
[2] Dra. Liliek
Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press,
2010, 236.
[3] Dra. Liliek
Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press,
2010, 240.
[4] Dra. Liliek
Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press,
2010, 242.
[6] Dra. Liliek
Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press,
2010, 244.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Pengertian
Makki dan Madani
Ilmu Makki dan Madani adalah ilmu yang membahas tentang surat-surat
dan ayat-ayat Al Qur;an yang mana yang diturunkan di Makah dan yang mana yang
diturunkan di Madinah.
a)
Teori geografis, yaitu teori yang
berorientasi pada tempat turun Al Qur’an/ tempat turun ayat.
b)
Teori subjektif, yaitu
teori yang berorientasi padasubjek siapa yang di khitabi dipanggil dalam
ayat. Jika subjeknya orang Makah maka dinamakan Makiyah. Dan jika subjeknya
orang-orang Madinah maka ayatnya disebut Madaniyah.
c)
Teori historis, Yaitu
teori yang berorientasi sejarah waktu turunnya Al Qur’an. Yang dijadikan
tonggak sejarah oleh teori ini adalah hijrah Nabi Muhammad SAW ke dari Makah ke
Madinah.
d)
Teori conten analysis, yaitu
suatu teori yang mendasarkan kriterianya dalam membedakan Makiyah dan Madaniyah
nya kepada isi daripada ayat/ surat yang bersangkutan.
2.
Tanda-tanda
surat Makkiyah dan Madaniyah
Sesuai dengan
dabit qiyas yang ditetapkan,maka ciri-ciri atau tanda-tanda khas untuk surat
makiyah dan surat madaniyah ada 2(dua)macam, yaitu ciri-ciri yang bersifat
qot’i, dan ciri-ciri khas yang bersifat aghlabi.
3.
Macam-macam
surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya
a)
Surat-surat Makiyah murni Yaitu
surat Makiyah yang setatus ayatnya Makiyah
b)
Surat-surat Madaniyah murni Yaitu
surat Madaniyah yang setatus ayatnya Madaniyah
c)
Surat-surat Makiyah yang Berisi Ayat Madaniyah Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya
adalah Makiyah, sehingga bersetatus Makiyah, namun didalamnya ada sedikit
ayat-ayat Madaniyah
d)
Surat-surat Madaniyah yang Berisi Ayat Makiyah Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya
adalah Madaniyah, sehingga bersetatus Madaniyah, namun didalamnya ada sedikit
ayat-ayat Makiyah.
B.
Saran
Dengan adanya makalah ini semoga dapat menambah wawasan dan
kepustakaan para pembaca. Dan dengan adanya makalah ini kritik dan saran yang
bersifat membangun sangat di harapkan oleh penulis agar menambah manfaat dalam
penyusunan makalah yang selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Channa
Liliek, 2010, Ulum Al- Qur’an dan Pembelajarannya, Surabaya, Kopertais
IV Prees.
Zuhdi
Masjfuk, 1982, Pengantar Ulumul Qur’an, Surabaya, PT BINA ILMU OFFSET.

Sports Betting - Mapyro
BalasHapusBet casinosites.one the moneyline from 1:25 PM to 바카라 11:00 PM. See more. MapYO Sportsbook features live wooricasinos.info odds, live streaming, 출장안마 and detailed หารายได้เสริม information.