Minggu, 13 November 2016

MAKKI DAN MADANI





MAKKI dan MADANI

Tugas ini disusun untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Studi Qur’an
semester 1
Tahun pelajaran 2016/ 2017


Dosen Pengampu:
H. HAZIM AHRORI, S.Ag., M.Pd







Disusun oleh:
SUYANTO



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU RAUDLATUL ATHFAL
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN GIRI
PONOROGO
2016

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur saya Panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi mata kuliah Studi Qur’an yaitu untuk memberikan wawasan tentang Makki dan Madani yang didalamnya membahas tentang pengertian makki dan madani, tanda-tanda surat makkiyah dan madaniyah, dan macam-macam surat makiyah dan madaniyah serta dasarnya.
Dalam penyusunan makalah ini, Penulis banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehkarena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.



Ponorogo, 17 Oktober. 2016
Penyusun


Penulis




DAFTAR ISI

Cover.........................................................................................................
i
Halaman Judul.........................................................................................
ii
Kata Pengantar........................................................................................
iii
Daftar Isi...................................................................................................
iv
BAB I PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang..........................................................................
1

B.       Rumusan Masalah....................................................................
1

C.       Tujuan Penulisan......................................................................
1

D.       Metode Penulisan.....................................................................
1
BAB  II  PEMBAHASAN

A.      Pengertian Makki dan Madani.................................................
2

B.       Tanda-tanda surat Makkiyah dan Madaniyah..........................
5

C.       Macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya...................................................................................

6
BAB  III  PENUTUP


A.      Kesimpulan..............................................................................
7

B.       Saran........................................................................................
8
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Ilmu Makki dan Madani adalah ilmu yang membahas tentang surat-surat dan ayat-ayat yang mana yang diturun di Makah (Makiyah) dan ayat mana yang diturunkan di Madinah (madaniyah).
Pada makalah Makki dan Madani berisi tentang: pengertian Makki dan Madani, tanda-tanda surat Makki dan Madani, macam-macam surat Makiyah dan Madaniyah beserta dasarnya.
B.            Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian Makki dan Madani;
2.    Apa Tanda-tanda surat Makkiyah dan Madaniyah;
3.    Sebutkan Macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya.
C.           Tujuan Penulisan
1.    Untuk memahami dan mengkaji pengertian Makki dan Madani;
2.    Untuk mengetahui tanda-tanda surat Makkiyah dan Madaniyah;
3.    Untuk mengetahui macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya.

BAB II
PEMBAHASAN
A.           Pengertian Makki dan Madani
Ilmu Makki dan Madani adalah ilmu yang membahas tentang surat-surat dan ayat-ayat Al Qur;an yang mana yang diturunkan di Makah dan yang mana yang diturunkan di Madinah.
Dikalangan para Ulama terdapat beberapa pendapat tentang dasar/ kriteria yang dipakai untuk menentukan Makiyah/ Madaniyahnya sesuatu surat atau ayat, diantaranya adalah.
1.    Teori geografis, yaitu teori yang berorientasi pada tempat turun Al Qur’an/ tempat turun ayat.
Dalil pada teori geografis ini adalah riwayat Abu Amr dan Usman bin Said al-Darimi:
مانزل بمكة وماانزل فى طريق الى المدينة قبل ان يبلغ النبي صلى الله عليه وسلم المدينة فهو من المكى, وما نزل على النبى صلى الله عليه وسلم  في اسفاره بعد ما قدم المدينة فهو من المدنى.
Artinya: “AL Qur’an diturunkan di Mekah dan diturunkan dalam dalam perjalanan hijrah ke Madinah sebelum nabi Muhammad SAW sampai ke madinah adalah termasuk Makki. Dan Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan-perjalan beliau, setelah tiba di Madinah adalah termasuk Madani.”[1]
2.    Teori subjektif, yaitu teori yang berorientasi padasubjek siapa yang di khitabi dipanggil dalam ayat. Jika subjeknya orang Makah maka dinamakan Makiyah. Dan jika subjeknya orang-orang Madinah maka ayatnya disebut Madaniyah.
Menurut teori subjektif ini, yang dinamakan Makki (Makiyah) surat/ ayat ialah yang berisi kitab/ panggilan kepada penduduk Mekah dengan memakai kata-kata: Yaa Ayyuha Al- Nas” (Wahai manusia) atau “Yaa Ayyuha al- Kaafiruun” (wahai orang-orang kafir) dan sebagainya. Sebab, kebanyakan penduduk mekah adalah orang-orang kafir maka dipanggil wahai orang-orang kafir atau wahai manusia, meskipun orang-orang kafir dari lain daerah juga ikut dipanggil juga.
Sedangkan yang dimaksud dengan Madani (Madaniyah) adalah surat/ ayat yang berisi panggilan kepada penduduk madinah. Semua ayat yang dimulai dengan Nida’ (panggilan): “Yaa Ayyu Al-Ladzina Amanu” (wahai orang-orang yang beriman) adalah termasuk ayat/ surat Madaniyah. Sebab, mayoritas penduduk Madinah adalah mukmin, sehingga dipanggil dengan dengan orang-orang yang beriman, meskipun sebenarnya kaum mukmin dari daerah-daerah lain juga ikut terpnggil juga.
Teori subjektif ini mendasarkan kriterianya pada dalil riwayat dari Abu ‘Ubaid dari Maimun bin Mihran dalam Kitab Fadhailul Qur’an yang berbunyi
ماكان فى القران بياايهاالناس اويابنى ادم فانه مكى. وماكان بياايهاالذين امنوا فانه مدنى
Artinya: Bagian dalam Al Qur’an yang dimulai dengan: “Yaa Ayyuha Al-Nas” atau “Yaa Bani Adama” adalah surat Makki. Dan yang dimulai dengan “Yaa Ayuha Al-Aladzina Amanu” adalah Madani.[2]
3.    Teori historis, Yaitu teori yang berorientasi sejarah waktu turunnya Al Qur’an. Yang dijadikan tonggak sejarah oleh teori ini adalah hijrah Nabi Muhammad SAW ke dari Makah ke Madinah.
Pengertian Makiyah menurut teori ini adalah, ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan sebelum hijrah Nabi Muhammad SAW Ke Madinah, meski turunnya ayat itu diluar kota Makah, seperti ayat-ayat yang turun di Mina, Arafah, dan Hudaibiya.
Sedangkan Madaniyah adalah ayat-ayat yang turun setelah Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah, meski turunnya di mekah atau sekitarnya, seperti ayat-ayat yang diturunkan di Badar, Uhud, Arafah, dan Makah.
Teori historis ini juga berpegang kepada dalil riwayat. Abu Amr dan Usman bin Sa’id Al-Darimi:
مانزل بمكة وما انزل في طريق الى المدينة قبل ان يبلغ النبي صلى الله عليه وسلم  المدينة فهو من المكى, ومانزل على النبي صلى الله عليه وسلم في اسفاره بعد ما قدم المدينة  فهو من المدنى
Artinya: “Al Qur’an yang diturunkan di Mekah dan diturunkan dalam perjalanan hijrah ke Madinah sebelum Nabi Muhammad SAW sampai ke Madinah adalah termasuk Makki( Makiyah). Dan Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan-perjalanan beliau setelah tiba di Madinah adalah termasuk Madani (Madaniyah).”[3]
4.    Teori conten analysis, yaitu suatu teori yang mendasarkan kriterianya dalam membedakan Makiyah dan Madaniyah nya kepada isi daripada ayat/ surat yang bersangkutan.
Yang dinamakan Makiyah mnurut teori conten analysis ini adalah surat/ ayat yang berisi cerita-cerita umat dan para Nabi/ Rosul dahulu. Sedangkan yang disebut madaniyah adalah surat/ayat yang berisi hukum hudud, faroid dan sebagainya.
Teori conten analysis ini juga berpegang kepada dalil riwayat Hisyam dari Ayahnya (Al-hikam):
كل سورة ذكرت فيها الحدود والفرائض فهو مدنية وكل ماكان فيه ذكر القران
Artinya: “setiap srat yang didalamnya disebutkan hukum-hukum faraid adaah Madaniyah, dan setiap surat yang didalamnya disebutkan kejadian-kejadian masa lalu adalah Makiyah”[4]
B.            Tanda-tanda surat Makkiyah dan Madaniyah
Sesuai dengan dabit qiyas yang ditetapkan,maka ciri-ciri atau tanda-tanda khas untuk surat makiyah dan surat madaniyah ada 2(dua)macam, yaitu ciri-ciri yang bersifat qot’i, dan ciri-ciri khas yang bersifat aghlabi.[5]
Ciri-ciri surat makiyah
Ciri-ciri surat madaniyah
Ciri khas yang bersifat qat’i
Setiap surat didalamnya terdapat ayat sajdah adalah surat Makkiyah;
Setiap surat yang mengandung izin berjihad atau menyebut hal perang dan menjelaskan hukum-hukumnya;
Setiap surat yang terdapat di dalamnya lafadz “ kalla” adalah Makiyah;
Setiap surat yang memuat penjelasan secara terperinci tentang hukum Pidana, hukum faraid, Hak-hak Pendeta, Peraturan yang berhubungan dengan Perdata/Civil, kemasyarakatan dankenegaraan;
Setiap surat yang terdapat kalimat “Yaa Ayyuha Al- Nas” dan tidak mengandung “Yaa Ayyuha Al-Ladzina Amanu”;
Setiap surat yang mengandung kisah para Nabi dan para umat manusia yang terdahulu, kecuali surat Al- Baqoro;.
Setiap surat yang menyinggung orang-orang munafiq, kecuali surat Al angkabut ayat 1 sd,11 yang diturunkan di Makah;
Setiap surat yang didalamnya terdapat kisah Nabi Adam dan Iblis, kecuali surat Al- Baqoroh;
Setiap surat yang membantah kepercayaan/ pendirian/ tata cara keagamaan Ahlul Kitab (Kristen dan Yahudi) yang dipandang salah, dan mengajak mereka agar tidak berlebih-lebihan dalam menjalankan agamanya, seperti surat Al- Baqorah, Ali Imran, Al-Nisa’, Al-Maidah , dan Al- Taubat.
Setiap surat yang dibuka dengan huruf-huruf tahajji seperti, الم,الر kecuali surat Al- Baqoroh dan surat Al- Imran.

Ciri khas yang bersifat Aghlabi
Ayat-ayat dan suratnya pendek-pendek;
Sebagian surat-suratnya panjang-panjang, sebagian ayat pun panjang-panjang dan gaya bahasanya cukup jelas didalam menerangkan hukum-hukum Agama;
Mengandung seruan untuk beriman kepada Allah dan Hari Qiyamat dan menggambarkan keadaan surga dan neraka;
Mengajak manusia untuk berakhlaq yang mulia dan berjalan diatas jalan yang benar dan benar;
Menerangkan secara terperinci bukti-bukti dan dalil-dalil yang menunjukkan hakikat-hakikat keagamaan
Membantah orang-orang musyrik dan menerangkan kesalahan-kesalahan kepercayaan dan perbuatannya;

Terdapat banyak lafadz sumpah


C.           Macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya
Dr. Abdullah Shahhatah dalam bukunya Al-Qur’an wa Al-Tafsir mengatakan, surat Al- Qur’an yan disepakati par ulama’ sebagai surat Makiyah ada 82, Madaniyah 20 surat. Sedangkan yang 12 surat lagi masih diperselisihkan setatus Makiyah dan madaniyahnya.[6]
1.    Surat-surat Makiyah murni
Yaitu surat Makiyah yang setatus ayatnya Makiyah semua dan jumlahnya ada 58, yang berisi 2.074 ayat.
Contohnya: surat Al-Fatihah, Yunus, Al-Ra’du, Al-Anbiya, Al-Mu’minun, An-Naml, Sad, Fatir, dan surat-surat yang pendek pada jus 30 (kecuali surat Al-Nasr).
2.    Surat-surat Madaniyah murni
Yaitu surat Madaniyah yang setatus ayatnya Madaniyah semua dan menurut penelitian jumlahnya ada 18, yang berisi 737 ayat. Contoh: Surat Al-Imron, Al-Nisa’, Al-Nur, dan lain sbagainya.
3.    Surat-surat Makiyah yang Berisi Ayat Madaniyah
Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya adalah Makiyah, sehingga bersetatus Makiyah, namun didalamnya ada sedikit ayat-ayat Madaniyah. Surat yang demikian ini didalam Al-Qur’an ada 32 Surat,yang terdiri dari 2699 ayat. Contohnya: surat Al-An’am, Al-A’raf, Hud, Yusuf, Ibrahim, dan lain sebagainya.
4.    Surat-surat Madaniyah yang Berisi Ayat Makiyah
Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya adalah Madaniyah, sehingga bersetatus Madaniyah, namun didalamnya ada sedikit ayat-ayat Makiyah. Surat yang demikian ini didalam Al-Qur’an ada 6 Surat,yang terdiri dari 726 ayat. Contohnya: Al-Maidah, Al-Anfal, Al-Taubah, Al-Hajju, dan surat Muhammad atau surat Al-Qital.




[1] Dra. Liliek Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press, 2010, 233.
[2] Dra. Liliek Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press, 2010, 236.
[3] Dra. Liliek Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press, 2010, 240.
[4] Dra. Liliek Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press, 2010, 242.

[6] Dra. Liliek Channa AW, M.Ag Ulumul Qur’an dan Pembelajarannya, Kopertais IV Press, 2010, 244.


BAB III
PENUTUP
A.           Kesimpulan
1.         Pengertian Makki dan Madani
Ilmu Makki dan Madani adalah ilmu yang membahas tentang surat-surat dan ayat-ayat Al Qur;an yang mana yang diturunkan di Makah dan yang mana yang diturunkan di Madinah.
a)   Teori geografis, yaitu teori yang berorientasi pada tempat turun Al Qur’an/ tempat turun ayat.
b)   Teori subjektif, yaitu teori yang berorientasi padasubjek siapa yang di khitabi dipanggil dalam ayat. Jika subjeknya orang Makah maka dinamakan Makiyah. Dan jika subjeknya orang-orang Madinah maka ayatnya disebut Madaniyah.
c)    Teori historis, Yaitu teori yang berorientasi sejarah waktu turunnya Al Qur’an. Yang dijadikan tonggak sejarah oleh teori ini adalah hijrah Nabi Muhammad SAW ke dari Makah ke Madinah.
d)   Teori conten analysis, yaitu suatu teori yang mendasarkan kriterianya dalam membedakan Makiyah dan Madaniyah nya kepada isi daripada ayat/ surat yang bersangkutan.
2.         Tanda-tanda surat Makkiyah dan Madaniyah
Sesuai dengan dabit qiyas yang ditetapkan,maka ciri-ciri atau tanda-tanda khas untuk surat makiyah dan surat madaniyah ada 2(dua)macam, yaitu ciri-ciri yang bersifat qot’i, dan ciri-ciri khas yang bersifat aghlabi.
3.         Macam-macam surat Makkiyah dan Madaniyah beserta dasarnya
a)   Surat-surat Makiyah murni Yaitu surat Makiyah yang setatus ayatnya Makiyah
b)   Surat-surat Madaniyah murni Yaitu surat Madaniyah yang setatus ayatnya Madaniyah
c)    Surat-surat Makiyah yang Berisi Ayat Madaniyah Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya adalah Makiyah, sehingga bersetatus Makiyah, namun didalamnya ada sedikit ayat-ayat Madaniyah
d)   Surat-surat Madaniyah yang Berisi Ayat Makiyah Yaitu Surat-surat yang sebenarnya kebanyakan Ayat-ayatnya adalah Madaniyah, sehingga bersetatus Madaniyah, namun didalamnya ada sedikit ayat-ayat Makiyah.
B.            Saran
Dengan adanya makalah ini semoga dapat menambah wawasan dan kepustakaan para pembaca. Dan dengan adanya makalah ini kritik dan saran yang bersifat membangun sangat di harapkan oleh penulis agar menambah manfaat dalam penyusunan makalah yang selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA

Channa Liliek, 2010, Ulum Al- Qur’an dan Pembelajarannya, Surabaya, Kopertais IV Prees.
Zuhdi Masjfuk, 1982, Pengantar Ulumul Qur’an, Surabaya, PT BINA ILMU OFFSET.